
BONDOWOSO,– Dewan Komando Cabang (DKC) Panji Bangsa Bondowoso menggelar Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar) untuk mencetak generasi pejuang yang militan dan berideologi. Bertempat di Pondok Pesantren Darul Falah, Cermee, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (28-29/6/2025), ini menjadi bagian dari konsolidasi strategis untuk menjawab tantangan politik yang kian dinamis.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, yang hadir memberikan arahan, menekankan pentingnya loyalitas dan kesatuan komando bagi para kader Panji Bangsa. Menurutnya, untuk menjadi kekuatan yang efektif, seluruh kader harus bergerak dalam satu barisan yang solid.
“Kewajiban kita sebagai kader adalah bagaimana satu komando. Siap dengan satu komando?” tegas Dhafir di hadapan para peserta, meneguhkan pesan utama dari Dikbar tersebut.
Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk memperkuat ideologi, militansi, dan pemahaman politik para kader. H. Ahmad Dhafir menegaskan bahwa tujuan utama PKB adalah menjadi alat perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) di dalam pemerintahan. Untuk menopang tugas mulia tersebut, PKB memerlukan barisan kader yang kuat dan terorganisir.
“Bagaimana menjaga PKB menjadi alat perjuangan NU di pemerintahan. Makanya, kalau kemudian di NU itu ada Ansor dan Banser, maka di PKB ada Garda Bangsa dan Panji Bangsa,” jelasnya, memberikan legitimasi dan semangat juang kepada para kader.
Selama Dikbar, para peserta menerima pembekalan langsung dari pengurus Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa. Materi yang diberikan mencakup pendidikan politik, role model politik, hingga pelatihan keprotokoleran. H. Ahmad Dhafir juga menyinggung soal pentingnya membangun pondasi mental yang kuat melalui disiplin tinggi.
“Kalau tadi dijelaskan akan dilatih oleh tentara, karena memang itu bagian dari cara membangun pondasi. Pondasi disiplin, pondasi keteguhan, pondasi ketahanan untuk tetap semangat menjadi pejuang,” ujarnya.
Lebih dari itu, Dhafir melihat kaderisasi yang dilakukan oleh DKC Panji Bangsa ini sebagai jawaban atas kebutuhan regenerasi kepemimpinan. “Pemuda-pemudi hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Maka, kegiatan seperti ini sangat vital untuk kelangsungan perjuangan partai,” pungkasnya.





